Jurnal Perkembangan Internet
JURNAL
PERKEMBANGAN
INTERNET DAN STATISTIK PENGGUNA INTERNET DI INDONESIA
Nurul
Lia Qory Ayundi
1151500028
Teknik Informatika Institut Teknologi Indonesia
Jl. Raya Puspiptek Serpong, Tangerang, Banten 15320
ABSTRAK
Pada zaman dahulu hingga
sampai saat ini manusia membutuhkan informasi dan komunikasi untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Informasi sangat penting bagi kehidupan manusia karena
dengan adanya informasi manusia akan mengetahui apa yang sedang terjadi di
dunia dan manusia dapat mengetahui atau menambah pengetahuan. Dengan
pengetahuan tersebut bisa menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang
tersebut akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Pada
zaman sekarang informasi sangat mudah di dapatkan. Seseorang mampu mendapatkan
informasi melalui banyak media, contohnya yaitu melalui media cetak, media
elektronik dan lain sebagainya. Salah satu contoh dari media elektronik yaitu
internet. Pada saat ini, media internet sangat di sukai banyak orang karena
internet sangat mudah di pergunakan dan lebih praktis serta lebih cepat untuk
mendapatkan informasi. Hanya dengan mempergunakan gadget yang sudah lazim
dipergukan saat ini seseorang sudah bisa memperoleh informasi baik melalui
media sosial maupun melalui website yang dapat di cari menggunakan mesin
pencarian di gadget tersebut. Selain untuk mendapatkan informasi, internet juga
dapat digunakan sebagai media komunikasi. Pada saat ini, berkomunikasi dengan
keluarga atau kerabat yang jarak nya sangat jauh bisa dengan cara chatting
menggunakan media sosial yang sudah sangat banyak jenis nya belakangan ini.
Sehingga kita dapat mengetahui aktifitas apa yang sedang dilakukan. Oleh karena
itu kita harus memanfaatkan internet untuk memberikan dampak positif kepada
diri kita, salah satunya dengan mencari informasi mengenai pengetahuan. Banyak jenis pengetahuan misalnya: pendidikan, kesehatan, dan informasi
lainnya yang turut membangun perkembangan diri kita. Akan tetapi jangan
menggunakan internet sebagai media untuk hal negatif karena akan sangat
merugikan diri kita sendiri.
Kata kunci: informasi, pengetahuan,
media, komunikasi.
PENDAHULUAN
Sebagian
penduduk di dunia saat ini sudah memanfaatkan internet sebagai media untuk
berkomunikasi serta mendapatkan informasi. Bahkan bisa di katakan seluruh
rakyat di belahan dunia ini sudah mengenyam akses internet. Tapi meskipun
begitu masih banyak penduduk yang belum menikmati akses internet. Penyebabnya
adalah daerah yang terlampaui jauh buat di jangkau jaringan internet. Serta
kurang nya perhatian dari pemerintah setempat akan kebutuhan internet dalam
kehidupan terutama untuk dunia pendidikan.
Pada
dasarnya, pengertian dari internet (Interconnection Networking) adalah jaringan
komunikasi global yang terbuka dan menghubungan jutaan bahkan milyaran jaringan
computer dengan menggunakan tipe komunikasi seperti telepon satelit dan
sebagainya. Awalnya internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk
oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969 melalui sebuah
proyek yang disebut dengan ARPANET. Misi awal dari proyek ini awalnya hanya
untuk keperluan militer saja, tetapi lambat laun terus berkembang dan bisa
dinikmati oleh semua kalangan.
Terciptanya
internet telah membawa perubahan yang sangat berarti dalam berbagai aspek
kehidupan manusia. Dengan adanya internet seseorang mampu memperoleh banyak
informasi serta ilmu pengetahuan untuk kebutuhan hidup. Perkembangan internet
pada saat ini berkembang dengan sangat pesat. Bagaimana tidak, karena setiap
orang menggunakan internet setiap harinya, jika sebelumnya internet hanya bisa
dinikmati oleh beberapa orang tertentu saja dan fungsinya terbatas. Tetapi pada
saat ini seluruh orang dapat menggunakannya meskipun ada beberapa penduduk yang
belum dapat mengakses internet.
PEMBAHASAN
A. Perkembangan Internet
Perkembangan internet dari awal sampai
sekarang
Asal mula munculnya internet :
1. ARPANET
Pada tahun 1957
Sebuah depertemen atau lembaga yang bernama Dephan AS ( DoD singkatan dari
Departement of Defense) membentuk jaringan ARPA (Advanced Research Projects
Agency) sebagai tanggapan terhadap peluncuran Sputniknya Uni Sovyet. Jaringan
ARPA bertugas untuk mengembangkan serta meningkatkan kemampuan
teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh militer. Sebenarnya jaringan ARPA tidak
memiliki ahli ilmu pengetahuan ataupun laboratorium. Yang dimiliki hanya kantor
dan budget kecil (bagi standar Pentagon) saja. Jaringan ARPA menjalankan
tugasnya dengan memberikan bantuan dan melakukan kontrak kerja dengan
universitas-universitas dan perusahaan-perusahaan yang memiliki ide yang
dianggap menjanjikan bagi operasinya. Hal ini dilatarbelakangi oleh terjadinya
perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet (tahun 1957 Soviet
meluncurkan sputnik). DoD beringinan memiliki komando dan pengendalian jaringan
yang bisa mempertahankan diri apabila terjadi perang nuklir. Karena merasa
Jaringan telepon tradisional sudah dianggap tidak aman. Sehingga apabila satu
jalur saja hilang, kemungkinan hal ini dapat mengakibatkan terhentinya semua
komunikasi yang telah menggunakan jaringan atau juga bahkan yang hanya
menggunakan sebagian jaringan secara mendadak. Untuk mengatasi semua masalah
ini DoD mengubah arah risetnya. Internet, kemudian dikenal sebagai ARPANET,
dibawa online di tahun 1969 dengan kontrak oleh Badan Proyek Penelitian
Lanjutan berganti nama (ARPA) yang awalnya terhubung empat komputer utama di
universitas-universitas di AS barat daya (UCLA, Stanford Research Institute,
UCSB, dan University of Utah). Kontrak dilakukan oleh BBN of Cambridge, MA di
bawah Bob Kahn dan mereka pergi online pada bulan Desember 1969. Pada Juni
1970, MIT, Harvard, BBN, dan Sistem Development Corp (SDC) di Santa Monica,
Cal.
Perkembangan
Internet pertama adalah penemuan yang di anggap terpenting ARPA yaitu packet
switching pada tahun 1960. Jaringan ARPA memutuskan bahwa jaringan yang
diperlukan DoD adalah berbentuk packet-switching yang terdiri dari sebuah
subnet dan komputer-komputer. Packet switching merupakan pengiriman
pesan yang bisa dipecah dalam bentuk menyerupai paket-paket kecil yang
masing-masing paketnya dapat melalui berbagai jalur alternatif , apa bila telah
terjadi salahsatu jalur rusak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Packet switching juga memungkinkan jaringan dapat digunakan secara bersamaan
untuk melakukan banyak koneksi, berbeda dengan jalur telepon yang memerlukan
jalur khusus untuk melakukan koneksi. Maka ketika ARPANET menjadi jaringan
komputer nasional di Amerika Serikat pada 1968, packet switching digunakan
secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya menggantikan circuit switching
yang digunakan pada komunikasi dalam telepon publik.
Pada Desember
1968, Jaringan ARPA memberikan kontraknya kepada BBN, sebuah biro konsultan di
Cambridge, Massachusetts untuk membangun jaringan tersebut dan membuat
software-software pendukung. Walaupun masih terdapat kekurangan pada masalah
software, pada Desember 1969 berhasil diluncurkan sebuah jaringan eksperimen
yang menghubungkan empat buah simpul yaitu UCLA, UCSB, SRI dan Utah University.
Keempat simpul ini memang memiliki berbagai kontrak dengan ARPA, dan
masing-masing simpul mempunyai komputer host yang benar-benar berbeda dan tidak
bersesuaian satu dengan lainnya. Jaringan ARPANET ini segera berkembang dengan
pesat meliputi seluruh wilayah AS dalam tiga tahun pertamanya. Sebagai tambahan
dalam membantu pertumbuhan ARPANET yang masih prematur ini, Jaringan ARPA juga membiayai
penelitian jaringan satelit dan jaringan radio paket yang mobile. Percobaan ini
juga menunjukkan bahwa protokol-protokol ARPANET yang telah ada tidak sesuai
untuk dioperasikan pada jaringan ganda. Pengamatan ini mendorong
semakin banyaknya penelitian tentang protokol, yang berpuncak pada penemuan
model dan protokol TCP/IP. TCP/IP secara spesifik dirancang untuk menangani
komunikasi melalui internetwork, sesuatu yang menjadi semakin penting dengan
semakin banyaknya jaringan dan LAN yang dihubungkan ke Jaringan ARPANET.
Perkembangan
Internet kedua adalah Peningkatan serta pengembangan lapisan protokol jaringan
yang paling sering digunakan sekarang yaitu TCP/IP (Transmission Control
Protocol/ Internet Protocol). Protokol merupakan suatu kumpulan aturan untuk
berhubungan antarjaringan. Protokol ini dikembangkan oleh Robert Kahn dan
Vinton Cerf pada tahun 1974. Dengan protokol yang standar dan disepakati secara
luas, maka jaringan lokal yang tersebar di berbagai tempat dapat saling
terhubung membentuk jaringan raksasa bahkan sekarang ini menjangkau seluruh
dunia. Jaringan dengan menggunakan protokol internet inilah yang sering disebut
sebagai jaringan internet. Dalam selama tahun 1980-an, jaringan-jaringan
tambahan, khususnya LAN, makin banyak yang dihubungkan ke jaringan ARPANET.
Sejalan dengan bertambah luasnya jaringan, host-pun semakin mahal. Karena itu
DNS (Domain Naming System) dibentuk untuk mengorganisasi mesin ke dalam
domain-domain tertentu dan memetakan nama-nama host ke dalam alamat-alamat IP. Sehingga
Sejak itu, DNS menjadi sistem database yang tergeneralisasi dan terdistribusi
untuk menyimpan berbagai informasi yang berhubungan dengan penamaan jaringan
internet ini.
Pada tahun
1983, jaringan ARPANET memiliki jaringan yang besar dan sudah dapat dianggap
stabil dan sukses saat itu dan mulai dikelola oleh pihak swasta. Protokol
TCP/IP menjadi protokol umum yang disepakati sehingga dapat saling
berkomunikasi pada jaringan internet ini. Pada tahun 1990, ARPA telah tersusun
oleh jaringan-jaringan yang baru, yang sebenarnya dilahirkan sendiri oleh ARPA.
Maka itu, ARPA menyerahkan manajemen jaringan ke Defense Communication Agency
(DCA) untuk menjalankan Jaringan ARPANET sebagai jaringan operasional. Yang
pertama dilakukan DCA adalah memisahkan bagian jaringan militer ke subnet
tersendiri, MILNET yang memiliki gateway-gateway yang sangat ketat membedakan
antara MILNET dengan sisa subnet riset lainnya.
2. NSFNET
Pada akhir
tahun 1970-an, NSF (National Science Foundation) melihat begitu besarnya dampak
ARPANET bagi penelitian lembaga-lembaga tertentu serta universitas. Namun hanya
universitas yang memiliki kontrak penelitian dengan DoD yang dapat bergabung ke
ARPANET. Kekurangan akses yang universal ini mendorong NSF untuk membangun
sebuah jaringan maya, NSFNET. Sekitar pada tahun 1984 NSF mulai merancang
jaringan backbone berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan keenam pusat
superkomputernya di San Diego, Boulder, Champaign, Pittsburgh, Ithaca dan
Princeton. Jaringan ini diproyeksikan sebagai pengganti ARPANET dan akan dibuka
untuk seluruh kelompok-kelompok riset universitas, laboratorium riset,
perpustakaan dan musium untuk mengakses keenam superkomputernya itu dan
berkomunikasi satu dengan lainnya. Jaringan ini juga terhubung dengan ARPANET.
Jaringan NSFNET segera meraih sukses dalam waktu yang relatif singkat dan
sekaligus kelebihan beban. Selanjutnya NSF dengan segera membuat rencana
jaringan penerusnya dan memberikan kontrak kepada konsorsium Michigan-based
MERIT untuk melaksanakan rencana tersebut. Jaringan ini pun akhirnya kewalahan
sehingga pada tahun 1990 jaringan ini segera ditingkatkan kemampuannya. Seiring
dengan perkembangan berkelanjutan, NSF menyadari bahwa pemerintah tidak dapat
memberikan dana pengembangan jaringan untuk selamanya. Selain banyak organisasi
komersial yang ingin bergabung ke dalam jaringan yang dibiayai NSF.
Akibatnya, NSF
meminta MERIT, MCI dan IBM untuk membentuk perusahaan nirlaba, ANS (Advanced
Networks Services). Pada tahun 1990, ANS mengambil alih NSFNET dan meningkatkan
kemampuan jaringan itu untuk membentuk ANSNET. Pada tahun 1991, Wakil Presiden
AS Al Gore, mengusulkan perluasan arsitektur NSFNET agar melibatkan sekolah
K-12, community college (perguruan tinggi setempat), dan college dua-tahun
lebih banyak lagi. Desember 1991, Kongres AS mengesahkan rancangan
undang-undang NREN (National Research and Educational Network) yang dapat
diakses oleh pelaku bisnis dengan mengizinkan mereka membeli sebagian dari
jaringan untuk penggunaan komersial. Pada tahun 1995, backbone NSFNET tidak
diperlukan lagi untuk menginterkoneksikan jaringan-jaringan regional NSF. Hal
ini disebabkan karena banyak perusahaan yang mengoperasikan jaringan IP
komersial. Pada saat ANSNET dijual ke America Online pada tahun 1995, jaringan
regional harus keluar dan harus memiliki layanan IP komersial untuk dapat
saling terhubung. Untuk mempermudah dan meyakinkan bahwa setiap jaringan
regional dapat berkomunikasi dengan jaringan regional lainnya, NSF memberikan
kontrak kerja kepada empat operator jaringan untuk membuat NAP (Network Access
Point). Operator-operator tersebut adalah PacBell (San Francisco), Ameritech
(Chicago), MFS (Washington D.C.) dan Sprint (New York City). Setiap operator
jaringan yang ingin menyediakan layanan backbone kepada jaringan-jaringan
regional NSF harus menghubungkan semua NAP tersebut. Selain NAP-NAP NSF, juga
telah dibuat bermacam-macam NAP pemerintah (misalnya, FIX-E, FIX-W, MAE-East
dan MAE-West) dan NAP-NAP komersial (misalnya CIX).
3. INTERNET
Internet
dirancang sebagian untuk menyediakan jaringan komunikasi yang akan bekerja.
Jika rute yang paling langsung tidak tersedia, router akan mengarahkan lalu
lintas di sekitar jaringan melalui rute alternatif. Internet awal digunakan
oleh ahli komputer, insinyur, ilmuwan, dan pustakawan. Tidak ada rumah
atau komputer kantor pribadi di hari-hari, dan siapa saja yang menggunakannya. Setelah TCP/IP
dinyatakan sebagai satu-satunya protokol resmi pada 1 januari 1983, jumlah
jaringan, mesin dan pengguna yang terhubung ke ARPANET bertambah dengan
pesatnya. Pada pertengahan tahun 1980-an, orang mulai memandang kumpulan
jaringan-jaringan tersebut sebagai sebuah internet, dan kemudian disebut
Internet. Pengembangan dan Pertumbuhan terus berlanjut secara eksponensial, dan
pada tahun 1990 Internet telah tumbuh menjadi 3000 jaringan dan 200.000
komputer. Sampai awal tahun 1990-an, Internet banyak dipakai oleh para
akademisi, pemerintah dan para peneliti industri. Sebuah aplikasi baru, WWW
(World Wide Web) mengubah wajah Internet dan membantu jutaan pengguna baru, non
akademisi ke jaringan.
Web browser
yang sekaligus editor HTML pertama ini diberi nama World Wide Web dan mulai
didemonstrasikan pada bulan Desember tahun yang sama. Tahun selanjutnya,
namanya diubah menjai Nexus. Aplikasi ini, ditemukan oleh fisikawan CERN Tim
Berners-Lee, tanpa mengubah fasilitas-fasilitas yang telah ada namun membuatnya
menjadi lebih mudah digunakan. Karena kesederhanaan browser yang ada, Marc
Andreesen, seorang mahasiswa dan pegawai paruh waktu NCSA, membuat sebuah
browser internet yang user-friendly. Bersama Eric Bina, rekan kerjanya di NCSA,
ia menciptakan web browser bernama Mosaic pada bulan Agustus 1993. Kepintaran
Mosaic ditunjukkan pada Graphical User Interface (GUI) yang lebih bagus
dibanding browser lainnya. Bersama-sama dengan Mosaic viewer, yang dibuat oleh
NCSA (National Center for Supercomputer Applications), WWW memungkinkan sebuah
situs (site) untuk menyusun sejumlah halaman informasi yang berisi teks,
gambar, suara dan bahkan video, dengan meletakkan link ke halaman-halaman
lainnya. Dengan meng-klik sebuah link, pengguna akan segera dibawa ke halaman
yang ditunjukkan oleh link tersebut.
Pada waktu yang
lampau penyambungan tersebut meliputi SPAN (jaringan fisika luar angkasa NASA),
HEPNET (jaringan fisika energi tinggi), BITNET (jaringan mainframe IBM), EARN
(jaringan akademis Eropa), dan jaringan-jaringan lainnya. Sejumlah link trans
atlantik juga terbentuk. Dengan perkembangan yang eksponensial ini, cara
informal lama dalam mengoperasikan Internet tidak lagi dipakai. Pada tahun
1992, host kesatu-juta telah terhubung ke jaringan.
Pada Mei 1994,
browser tersebut berubah nama menjadi Netscape, salah satu browser populer yang
saat ini masih eksis. Kemampuannya bertambah karena dapat berjalan pada
beberapa platform yang berbeda (Microsoft Windows, Macintosh, dan XWindows).
Sedangkan browser Internet Explorer (IE) yang saat ini kedudukannya mulai
tergeser oleh Firefox dari Mozilla, baru dirilis untuk pertama kali pada tahun
1995 bersamaan dengan diluncurkannya Windows 95 oleh Microsoft. Pada tahun itu,
Microsoft sedang disibukkan dengan proyeknya yang diberi kode “Chicago” dan
proyek berkode “O’Hare”. Semula proyek tersebut akan disatukan dalam sebuah
produk. Namun pada akhirnya, kedua produk tersebut dirilis secara terpisah.
Proyek Chicago kemudian menelorkan produk yang kita kenal dengan sistem operasi
Windows 95. Sementara O’Hare menelorkan Internet Explorer 1.0, yang kemudian
dipasarkan dalam bundle Microsoft Plus! For Windows 95.
Degan sejak
itulah, mulailah bermunculan situs-situs baru di internet. Perubahan situs ini
mulai berlangsung sejak tahun 1993 dengan munculnya 600 situs, yang pada tahun
1994 jumlahnya bertambah menjadi 10.000 situs. Pada tahun 1995, jumlah itu
meningkat lagi menjadi 100.000 situs. Jumlah itu terus bertambah pada tahun
1997. Menurut catatan Netcraft Ltd, jumlah situs web pada bulan November 2001
mencapai 36.458.394. Jumlah tersebut terus bertambah seiring berjalannya waktu
serta semakin mudahnya membuat sebuah situs. Di Indonesia, jumlah situs
internet mengalami booming sekitar tahun 2000, ditandai dengan munculnya
ratusan usaha dotcom. Semula internet
memang hanya difungsikan sebagai media transportasi informasi di lingkungan
pemerintahan AS dan dunia pendidikan. Kini internet tidak hanya untuk
menampilakn informasi bentuk teks, namun juga dapat membaca dokumen, mengirim
dan menerima pesan elektronik (e-mail), serta sebagai media komunikasi massal
melalui newsgroup dan mailing list, transfer dokumen, online shopping, internet
banking, real-time chatting, bahkan menonton siaran langsung TV atau radio.
Menurut statistik yang dikeluarkan nua.com, pada September 2002, jumlah
pengakses internet dunia telah mencapai 605,6 juta orang. Sedangkan untuk
wilayah Asia Pasifik, jumlahnya 187,24 juta orang.
B.
Manfaat Internet
Pada
saat ini internet tidak hanya digunakan sebagai media untuk berkomunikasi atau
memperoleh informasi saja. Karena dengan menggunakan internet seseorang dapat
menghibur diri dengan bermain game atau menonton video. Jadi tidaklah salah
bahwa internet dapat disebut sebagai media “penghibur”. Internet juga
memudahkan seseorang untuk mecari lowongan pekerjaan. Karena internet telah
menjadi wadah tersediri bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan dengan mudah
karena sudah tersedia situs-situs yang menyediakan informasi lowongan
pekerjaan. Selain itu dengan meledaknya
penggunaan internet, semakin tertarik seseorang untuk berbelanja online. Pada
saat ini sangat banyak seseorang yang gemar berbelanja online karena lebih
mudah dan efisien. Salah satu keuntungan berbelanja online adalah seseorang
tidak perlu keluar rumah untuk membeli barang yang di butuhkan. Selain itu
berbelanja online juga tidak banyak menyita waktu karena dimana saja kita bisa
berbelanja. Hal ini sangat cocok sekali untuk seseorang yang memiliki jam kerja
yang sangat sibuk. Lalu kita juga dapat berbisnis melalui internet. Mengingat
internet dapat dimanfaatkan dalam segala bidang termasuk dalam bidang bisnis,
maka tidak sedikit para pelaku bisnis menggunakan internet untuk menunjang
bisnis mereka.
C. Statistik Jumlah Pengguna Internet
Di
Indonesia jumlah pengguna internet pada tahun 2014 sudah mencapai angka 88,1
juta. Riset ini telah dirilis oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia
(APJII). Dengan demikian, jika
disesuaikan dengan jumlah populasi penduduk Indonesia yang menurut data badan
Pusat Statistik (BPS) mencapai 252,5 juta jiwa, maka pengguana internet di
Indonesia mengalami pertumbuhan 16,6 juta jiwa dari total 71,9 juta pengguna di
tahun 2013 lalu. Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia meningkat 34,9%
dibandingkan tahun 2013. Pertumbuhan penggunaan internet di dukung oleh
pertumbuhan pengguna perangkat mobile, khususnya smartphone. APJII
mencatat di tahun 2014 akses internet melalui smartphone mobile mencapai 85%
sedangkan di tahun 2013 baru mencapai 65%. Kemudian pengguna yang mengakses via
laptop mencapai 32%, 13% menggunakan tablet, dan PC 14%.
Jika dilihat dari wilayah nya, 78,5%
dari total 88,1 juta pengguna internet di Indonesia, Ibu kota DKI Jakarta
menjadi wilayah dengan penetrasi paling tinggi dengan 65% pengguna internet.
Kemudian disusul oleh Yogyakarta yang memiliki 63% pengguna internet. Tercatat
ada sekitar 53 juta pengguna internet terkoneksi di pulau Jawa dan Bali.
Sedangkan posisi terendah di tempati oleh Papua yang hanya memiliki 20%
pengguna internet dari total jumlah populasi penduduknya. Meski mengalami pertumbuhan yang tergolong pesat,
sayangnya hasil survei APJII memperlihatkan bahwa Indonesia masih jauh dari
standar Millenium Development Goals yang mensyaratkan minimal 50% pengguna
internet dari total populasi.
KESIMPULAN
Internet
bermula dari ARPANET yang didirikan oleh Department pertahanan USA untuk tujuan
riset. Setelah ARPANET memiliki banyak host dan mulai kualahan mengelolanya
munculah NSFNET. Jaringan NSFNET diproyeksikan sebagai pengganti jaringan
ARPANET. Sehingga pada tahun 1950 jaringan NSFNET sudah tidak diperlukan lagi
sehingga di buat jaringan yang dapat mencakup daerahnya lebih luas yaitu
internet.
Selain
itu kita harus memanfaatkan media internet untuk hal yang positif terutama di
bidang ilmu pendidikan serta sebagai media komunikasi. Kemudian dengan adanya
internet, kita menjadi lebih tahu mengenai berbagai wawasan dan pengetahuan
dari berbagai bidang dari seluruh dunia. Perkembangan internet yang semakin
menjadi-jadi membuat komunikasi antar individu menjadi sangat mudah dan cepat.
Kita juga dapat berkomunikasi dengan orang luar negri sekalipun dengan biaya
yang relatif murah. Selain itu seseorang juga bisa memperoleh penghasilan lewat
internet. Akan tetapi kita harus tetap bijak dalam memanfaatkan internet.
Jangan sampai memanfaatkan internet untuk hal negatif.
REFERENSI
http://www.nesabamedia.com/2015/04/pengertian-dan-manfaat-dari-internet.html
http://margarethaananda.blogspot.co.id/2012/12/sejarah-perkembangan-internet-dari-awal.html
http://tekno.liputan6.com/read/2197413/jumlah-pengguna-internet-indonesia-capai-881-juta
